Amankah Berlari Saat Hamil?
25 June 2018
Hidup Seimbangku
Share

Amankah Berlari Saat Hamil?

            Berlari menjadi salah satu olahraga favorit Anda sebelum hamil. Namun saat hamil, Anda ragu untuk melakukannya kembali. Takut terjadi risiko yang tidak diinginkan terjadi pada kehamilan Anda.

            Tidak perlu khawatir, berlari saat hamil sebenarnya adalah aktivitas yang aman, selama dilakukan dengan perlahan dan tidak dalam waktu yang lama. Tidak seperti sebelumnya, berlari saat hamil diperlukan kehati-hatian agar Anda tidak terkilir yang menyebabkan Anda terjatuh saat berlari.

            Pastikan Anda sangat mengetahui keadaan tubuh Anda. Saat hamil, jangan terlalu memaksakan untuk berlari. Berhentilah jika tubuh Anda sudah merasakan lelah, energi sudah berkurang dan denyut jantung sudah terlalu cepat.

            Selama tidak timbul masalah dan komplikasi saat kehamilan, berlari bukanlah suatu masalah. Jika Anda masih ragu untuk melakukannya, tidak ada salahnya untuk konsultasi dengan dokter kandungan.

            Sama seperti jenis olahraga lainnya, berlari saat hamil memiliki berbagai manfaat positif, seperti mudahnya proses persalinan, kurangnya tekanan pada bayi dan menurunkan risiko lahir caesar.    Penelitian juga menemukan bahwa wanita yang berolahraga saat hamil akan lebih merasa nyaman selama kehamilan dan menurunkan risiko mengalami morning sickness.

            Hal-hal yang harus Anda perhatikan ketika berlari saat hamil, seperti:

  • Saat sudah merasakan sesak napas, sebaiknya hentikan berlari, karena nantinya bisa saja janin mengalami tidak cukup oksigen.
  • Pastikan Anda tetap terhidrasi, karena saat hamil akan semakin banyak cairan yang keluar. Selain dari keringat, Anda akan lebih sering ke toilet.
  • Gunakan sepatu lari yang nyaman dengan bagian pergelangan kaki kuat, dengan begitu dapat membantu mengurangi risiko cedera dan keseleo pada pergelangan kaki yang bisa berakibat buruk pada janin.

 

           Selain mengikuti diet pelari, wanita hamil disarankan mengonsumsi nutrisi tambahan berupa 300 kalori per hari, untuk memenuhi kebutuhan metabolik selama masa hamil. Serta, jangan lupa banyak minum cairan.

 

Baca juga: Mitos Seputar Kehamilan 

Waktu Seks Yang Tepat Setelah Melahirkan