3 Mitos  Fantasi Seks
21 December 2017
Hidup Seimbangku
Share

3 Mitos Fantasi Seks

Fantasi seks masih menjadi topik yang terbilang tabu untuk diperbincangkan. Namun sebenarnya fantasi seks adalah hal yang sangat wajar. Penelitian dari Kinsey Institute mengungkapkan bahwa 69 persen wanita dan 84 persen pria pernah memiliki fantasi seks.

Sebagian orang menganggap fantasi seks adalah sebuah penyimpangan seksual, sementara sebagian lagi menilai itu hal yang salah untuk dilakukan karena beberapa fantasi seks terkesan 'liar'. Padahal, fantasi seks cukup berguna untuk membangkitkan gairah seksual, memberikan ide untuk mencoba hal-hal baru dalam bercinta bahkan bisa meningkatkan kualitas seks jika Anda memiliki imajinasi yang 'sehat'.

Ini beberapa kekeliruan tentang fantasi seks yang sebaiknya sudah mulai ditinggalkan, jika Anda ingin mendapatkan kehidupan seks yang lebih berwarna dan memuaskan, seperti dikutip dari Your Tango.

Mitos 1: Berfantasi Tentang Sesuatu Berarti Anda Ingin Melakukannya di Kehidupan Nyata
Jika ada sesuatu hal yang membangkitkan hasrat seks Anda, tidak selalu berarti kalau Anda benar-benar menginginkannya di dunia nyata. Banyak hal yang membuat seseorang terangsang secara seksual bukanlah sesuatu yang harus diwujudkan secara nyata. Misalnya saja kebanyakan orang dewasa memimpikan bercinta dengan satu atau dua selebriti. Fantasi itu, tentu saja tidak akan atau sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Mereka yang berfantasi seks dengan selebriti pun hanya membayangkan 'adegan' itu dalam pikirannya. Bukan terobsesi untuk benar-benar bercinta bersama sang aktris atau aktor idaman. Ada pula yang memiliki fantasi bercinta dengan atasan atau rekan kerja. Tapi untuk bisa melakukannya di dunia nyata, ia pasti berpikir seribu kali terutama jika masing-masing sudah memiliki istri/suami.

Terkadang fantasi seks favorit juga justru bisa menghilangkan hasrat seks ketika akhirnya berhasil diwujudkan. Sebab, ada beberapa hal yang sebaiknya tetap ada dalam angan-angan agar Anda bisa berimajinasi dengan 'liar' sebebas mungkin.

Mitos 2: Berfantasi Seks, Menandakan Anda Tidak Bahagia dengan Pernikahan
Fantasi seks tidak selalu berkaitan dengan pernikahan atau hubungan yang tak bahagia. Berfantasi seks, justru bisa menjadi 'tempat' untuk relaks, mencoba ide-ide bercinta baru dan mengeksplorasi seksualitas dengan cara yang aman. Sebagian besar orang berfantasi untuk bisa masturbasi. Tapi ada pula yang memanfaatkannya sebagai bahan diskusi untuk mendapatkan kualitas seks yang lebih baik.

Berbagi fantasi seks dengan pasangan pun bisa menjadi salah satu cara untuk mempertahankan hasrat bercinta Anda dan pasangan. Jika masih merasa canggung mengatakan fantasi seks secara langsung, gunakan buku atau film erotis yang kira-kira mirip dengan fantasi Anda untuk mengungkapkannya pada pasangan. Jika masih malu juga, selipkan konten erotis tersebut di bawah bantal atau atas meja kerjanya agar dia tahu.

Mitos 3: Fantasi Seks Tidak Selalu Berkaitan dengan Orientasi Seksual
Beberapa wanita mungkin membayangkan dirinya bercinta dengan wanita lain. Tapi bukan berarti ia seorang lesbian, begitu juga dengan pria. Hasil studi Kinsey Institute menunjukkan, fantasi bercinta dengan sesama jenis mendapat persentase yang sama besarnya dengan fantasi seks bersama lawan jenis. Bisa jadi itu hanyalah alam bawah sadar karena rasa penasaran atau memori yang masih terekam saat melihat atau menonton adegan tentang percintaan sesama jenis.