Vegetarian Ternyata Tak Lebih Bahagia dari Pemakan  Daging
17 January 2018
Hidup Seimbangku
Share

Vegetarian Ternyata Tak Lebih Bahagia dari Pemakan Daging

                Sebuah studi mengungkap vegetarian tidak lebih bahagia dibanding mereka yang makan daging. Ini berkaitan dengan asupan nutrisi mereka. Saat ini pola hidup sehat dijalani banyak orang. Salah satu caranya dengan menjadi vegetarian atau vegan. Mereka tidak mengonsumsi bahan makanan hewani dan mengandalkan buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan sebagai asupan. Pola diet ini diyakini lebih bagus untuk kesehatan. Sekaligus mencegah penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan lainnya yang disebabkan konsumsi makanan hewani. 

                 Studi terbaru menunjukkan hasil mengejutkan. Menjadi vegan atau vegetarian kabarnya bisa memicu depresi. Universitas Bristol melakukan penelitian dan menemukan bahwa vegetarian memiliki skor depresi yang lebih tinggi dibanding mereka yang mengonsumsi daging. Studi tersebut melibatkan sekitar 10.000 pria Inggris dan 350 diantaranya merupakan seorang vegetarian. Ternyata mereka memiliki skor depresi rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan pria yang jalani diet seimbang. 

                  Para peneliti mengatakan kekurangan vitamin dan mineral dalam makanan non-daging jadi penyebabnya karena hal ini memicu gangguan kesehatan mental. Kurang asupan daging berarti kekurangan vitamin B12 dan memakan lebih banyak kacang menyebabkan tingkat asam lemak omega-6 yang lebih tinggi. Keduanya terkait dengan masalah kesehatan mental dan mempengaruhi suasana hati seseorang. 

                  Bahkan setelah disesuaikan dengan variabel lain, seperti riwayat keluarga, jumlah anak, status pekerjaan dan lain-lain, hal tersebut tetap berlaku. Ada pula korelasi antara durasi menjadi vegetarian dengan tingkat keparahan depresi, meski tidak signifikan secara statistik. Selain itu, studi juga mengungkapkan bahwa asupan makanan laut yang lebih rendah dapat menyebabkan risiko gejala depresi lebih besar. Ditambah lagi faktor potensial terkena darah tinggi akibat kadar fitoestrogen yang didapat dari makanan seperti sayuran dan kedelai. 

                  Hal ini juga berlaku sebaliknya, orang-orang yang sudah depresi kemungkinan lebih besar menjadi vegetarian. Diharapkan dengan mengubah pola makan dapat mengatasi depresi dan masalah lainnya. Meskipun demikian, hasil penelitian ini masih terbatas karena hanya berlaku pada pria saja. Perlu ada penelitian lebih jauh lagi mengenai ini. Tak perlu khawatir, karena artinya diet nabati masih aman untuk dilakukan.