KEMUNGKINAN UNTUK KEBANYAKAN WANITA PENGIDAP KANKER PAYUDARA DENGAN TIDAK PERLU KEMOTERAPI
30 July 2018
Hidup Seimbangku
Share

KEMUNGKINAN UNTUK KEBANYAKAN WANITA PENGIDAP KANKER PAYUDARA DENGAN TIDAK PERLU KEMOTERAPI

            Sebuah studi baru menemukan bahwa hampir 70 persen wanita dengan kanker payudara tertentu memungkinkannya untuk tidak melakukan kemoterapi. Hal ini bisa menjadi pertanda baik bagi wanita yang didiagnosa menderita kanker payudara, karena perawatan ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti mual, rambut rontok dan anemia.

            Penelitian yang dipublikasikan pada 3 Juni 2018 di The New England Journal of Medicine, mengatakan bahwa terdapat lebih dari 10.000 wanita dengan jenis kanker payudara yang sama, yakni mengalami kanker tahap awal, reseptor hormon-positif, reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 2 (HER2) dan kanker payudara negatif. Jenis kanker payudara ini yang paling umum ditemui, menurut para peneliti.

            Semua wanita tersebut kemudian disebut Uji Coba Trial Individualized Options for Treatment (Rx), atau TAILORx, memiliki tumor payudara yang dianalisis dengan cara tes molekuler. Tes ini mengamati 21 gen yang kemudian akan menghasilkan sejumlah nilai, dari 0 hingga 100, yang memprediksi risiko bahwa kanker payudara tersebut akan timbul kembali sekalipun setelah operasi.

            Para peneliti secara khusus tertarik pada wanita dengan nilai antara 10 – 25, yakni wanita dengan kisaran risiko menengah untuk kanker timbul kembali setelah operasi. Perempuan dengan nilai rendah di bawah 10, memiliki kemungkinan untuk tidak melakukan kemoterapi setelah operasi, dan sebaliknya dapat diobati dengan terapi hormon. Berbeda dengan wanita dengan nilai di atas 25 yang harus menjalani kemoterapi, selain terapi hormon.

            Terapi hormon sendiri merupakan pengobatan yang menahan dan/atau menurunkan jumlah hormon spesifik dalam tubuh yang membantu pertumbuhan kanker.

            Menurut para peneliti TAILORx, 260.000 wanita di seluruh dunia yang didiagnosis mengidap kanker payudara setiap tahunnya, termasuk dalam kategori risiko sedang yang tidak akan mendapat manfaat dari kemoterapi.

            Jika Anda mengalami kanker payudara atau khawatir terkena kanker payudara, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengecek kondisi kesehatan, serta mencari tahu termasuk golongan kanker payudara rendah, sedang atau tinggi kah Anda. Dan bagaimana pengobatannya? Apakah hanya perlu terapi hormon, operasi, kemoterapi atau kombinasi dari beberapa diantaranya?

 

Baca juga: CEGAH KANKER PAYUDARA SEDINI MUNGKIN 

Rutin Mengonsumsi Produk Olahan Dapat Menjadi Pemicu Kanker