IYUH, BAU MULUT!
07 February 2019
Hidup Seimbangku
Share

IYUH, BAU MULUT!

IYUH BANGET, MAKANAN INI BISA PICU BAU MULUT

 

            Junk food menjadi makanan yang banyak dipilih orang untuk dikonsumsi, karena dianggap cepat dan praktis. Namun, jika terlalu banyak junk food dalam waktu lama, tentunya tidak bagus bagi kesehatan, karena dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti jantung, diabetes, berat badan naik, hingga bau mulut.

Bau mulut, luka dan penyakit gusi menjadi beberapa kondisi yang diakibatkan karena seringnya megnonsumsi junk food. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Natural Science, Biologi dan Kedokteran, menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, setidaknya tiga kali seminggu, lebih mungkin menderita bau mulut atau halitosis, dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang makan junk food.

Junk food tidak mengandung mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk melawan bakteri dan kuman, sehingga dapat memicu timbul, serta berkembangnya bakteri dan kuman, salah satunya di mulut.

Junk food juga sulit dicerna oleh tubuh, sehingga cenderung menyebabkan penumpukan gas. Gas ini kemudian dilepaskan melalui mulut, sehingga menyebabkan bau mulut yang cukup menyengat.

Kandungan minyak dalam junk food akan membuat pH tubuh menjadi asam, sehingga lama-kelamaan dapat menyebabkan refluks lambung, yang menjadi penyebab utama timbulnya bau mulut.

Bakteri di mulut cenderung memakan gula, dan tingginya kadar gula pada penderita diabetes dapat membuat banyak bakteri berkembang biak. Sehingga, jika kamu menderita diabetes, maka bau mulut kamu akan lebih parah, dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes.

            Jadi, mulai sekarang kurangi, bahkan stop mengonsumsi junk food, supaya mulutmu terhindar dari bau tidak sedap. Mulailah beralih dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah. Makan apel menjadi cara terbaik untuk menyegarkan mulut, karena mengandung senyawa yang dapat menghambat aktivitas di mulut. Atau, cobalah makan jeruk dan stroberi. Kandungan vitamin C dalam jeruk dan stoberi akan menciptakan lingkungan asam di dalam mulut, yang menyulitkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang.