INILAH FAKTA TENTANG USUS BUNTU, PENYEBAB DAN GEJALANYA
31 July 2017
Hidup Seimbangku
Share

INILAH FAKTA TENTANG USUS BUNTU, PENYEBAB DAN GEJALANYA

Sebagian besar orang Indonesia mengenal penyakit appendisitis sebagai usus buntu. Padahal usus buntu itu bukanlah sebagai penyakit melainkan sebuah organ berbentuk seperti usus namun lebih kecil namun ujungnya buntu. Organ usus buntu atau yang biasa dikenal dalam Bahasa latin Appendix Vermiformis berperan dalam proses kekebalan tubuh dimana di dalamnya terdapat kelenjar limfoid.

Organ usus buntu akan menjadi penyakit jika terjadi radang yang disebut penyakit appendisitis. Dimana jika dibiarkan maka akan rawan pecah dan infeksi bisa menyebar. Untuk itulah harus dilakukan operasi medis untuk membuang usus buntu yang meradang tersebut sebelum pecah dan menimbulkan komplikasi yang secara umum disebabkan oleh adanya penyumbatan. Penyumbatan akan membuat isi dari usus buntu tidak dapat tersalurkan akibatnya menumpuk, tekanan meingkat, pertumbuhan bakteri yang berlebihan, lalu timbul peradangan.

Penyumbatan sering kali disebabkan oleh feses yang keras (fecalith). Selain oleh tinja, penyumbatan juga dapat disebabkan oleh biji-bijian, batu empedu, dan cacing usus Oxyuris vermicularis. Selain itu, radang usus buntu juga bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri Salmonella dan Shigella serta terjadi penyumbatan oleh benda-benda lain.

Berikut adalah gejala yang harus diwaspadai sebagai penyakit apendisitis atau radang usus buntu:

1. Sakit perut

Ini adalah gejala yang sering terjadi pada penderita apendisitis. Sayangnya sakit perut ini bukan hanya gejala penyakit apendisitis saja tapi ada banyak kemungkinan jenis penyakit yang ditandai dengan rasa sakit pada perut, misalnya infeksi saluran kemih (ISK), radang panggul (infeksi organ reproduksi wanita), iritasi usus, dan beberapa jenis penyakit lainnya.

Namun begitu, ada sejumlah tanda keberadaan apendisitis, diantaranya adalah bahwa sakit perut tersebut dimulai dari bagian perut tengah atau sekitar pusar. Rasa sakit itu akan timbul dan hilang secara tidak menentu. Kemudian rasa sakit tersebut dalam waktu hitungan jam akan bergerak ke arah perut bagian kanan bawah dan berhenti pada sebuah titik yang disebut dengan titik McBurney, yaitu tempat dimana usus buntu itu berada.

2. Mual

Gejala usus buntu yang lainnya adalah perut akan terasa mual. Meskipun tidak semua rasa mual adalah gejala usus buntu, tapi jika mual tersebut terjadi secara hebat, bahkan menimbulkan rasa ingin muntah yang kuat, maka hal itu perlu diwaspadai.

3. Badan terasa meriang

Meriang juga bukan satu-satunya tanda apendisitis, tapi ada banyak penyakit yang ditandai oleh meriang ini. Tapi jika meriang tersebut disertai dengan tanda-tanda apendisitis lainnya, maka hal itu harus segera dikonsultasikan kepada dokter. Selain meriang atau demam, biasanya wajah penderita usus buntu akan memerah. Ini akibat efek rasa sakit yang dideritanya.

4. Diare dan sembelit

Antara diare dengan sembelit adalah dua hal yang berbeda. Tapi keduanya adalah salah satu gejala terjadinya apendisitis atau radang usus buntu pada seseorang. Hal itu disebabkan tidak lancarnya sistem pencernaan yang ada di dalam tubuh.

5. Selera makan menurun

Kondisi ini pun tidak jauh berbeda. Menurunnya selera makan disebabkan oleh tidak lancarnya sistem pencernaan di dalam tubuh.

6. Terjadi rebound tenderness

Yang dimaksud dengan rebound tenderness adalah rasa nyeri pada perut kanan bawah yang begitu hebat.

 

Di atas adalah gejala usus buntu secara umum atau yang biasa terjadi pada orang dewasa. Namun, menurut Journal of American Medical Association menyatakan bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul pada semua penderita usus buntu, khususnya pada anak-anak.

Jadi ingat ya Ladies, usus buntu itu bukan penyakit tapi merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh. Namun jika terkena radang pada organ tersebut disebut dengan apendisitis. Semoga informasi ini bermanfaat.