Ingin Turunkan Berat Badan Dengan Cepat? Kontrol 6 Hormon Berikut
11 May 2018
Hidup Seimbangku
Share

Ingin Turunkan Berat Badan Dengan Cepat? Kontrol 6 Hormon Berikut

            Semua wanita pasti ingin memiliki berat badan yang ideal. Segala cara dilakukan untuk mendapatnya, mulai dari melakukan diet hingga olahraga ketat. Beberapa wanita dapat menurunkan berat badannya dengan cepat, namun beberapa lainnya sulit sekali menurunkan berat badan.

            Kesulitan menurunkan berat badan bisa disebabkan dari metabolisme tubuh yang tidak baik, atau kontrol hormon yang tidak maksimal. Bahkan jika Anda mengalami disfungsi hormonal dapat menyebabkan kenaikan berat badan lebih banyak dari sebelumnya, jika Anda tidak benar-benar mengatur olahraga dan pola makan.

            Untuk menurunkan berat badan dengan cepat sebenarnya hanya perlu mengontrol beberapa hormon, seperti berikut ini:

 

Hormon pertumbuhan

            Hormon ini berpengaruh terhadap perilaku, penampilan dan perasaan seseorang. Tubuh akan melepaskannya saat tidur dan berolahraga. Hormon ini juga berperan penting untuk memperbaiki kepadatan tulang dan jaringan, sehingga dapat menjaga komposisi tubuh sehat, serta memperkuat otot. Seiring pertambahan usia, fungsi hormon ini akan semakin berkurang. Untuk menjaga kualitas hormon ini di dalam tubuh, bisa dibantu dengan mengonsumsi minyak kelapa, nanas, daging sapi yang diberi makan rumput, goji berries, Greek yogurt, telur, semangka, kacang-kacangan, keju parmesan, kismis dan  lemon.

 

Kortisol

            Saat seseorang mulai merasa stes, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini tidak akan terlalu berdampak jika dalam kadar sedikit, namun bisa menyebabkan stres kronis jika dalam kadar besar, yang juga dapat menyebabkan obesitas. Selain itu, hormon kortisol juga dapat menyebabkan kesulitan tidur dan perubahan mood. Untuk mengendalikan kadar kortisol, Anda dapat mengonsumsi jeruk, makanan yang mengandung asam lemak Omega-3, bayam, barley, kacang-kacangan, makanan yang mengandung seng, kakao dan dark chocolate.

 

Testosteron

            Walaupun hormon ini identik dengan pria, namun wanita juga memiliki hormon ini, walaupun kadarnya tidak sebanyak pria. Hormon testosteron pada wanita bekerja sama dengan hormon estrogen dan progresteron untuk menjaga gairah seks, meningkatkan fungsi kognitif otak, mengatur mood dan menjaga kesehatan tulang.

            Seiring bertambahnya usia, hormon ini juga dapat memicu obesitas, penambahan berat badan dan stres. Untuk meningkatkan kadar testosteron Anda bisa mengonsumsi telur, bawang putih, jamur tiram, brokoli, pisang dan makanan yang banyak mengandung vitamin D.

 

Insulin

            Hormon ini berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah dan mengalirkannya ke sel untuk digunakan sebagai bahan bakar energi, atau bahkan menyimpannya sebagai lemak. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kadar insulin yang terlalu tinggi pada tubuh akan berisiko memiliki lemak perut yang lebih banyak, serta berisiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

            Penyebab paling umum yang dapat meningkatkan kadar insulin adalah terlalu banyaknya mengonsumsi gula dan karbohidrat. Selain itu, tidak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tidak cukup berolahraga. Untuk menyeimbangkan kadar insulin dalam tubuh, Anda bisa mengonsumsi makanan kaya serat, sayuran berwarma hijau tua dan gandum utuh.

 

DHEA

            Hormon ini merupakan bagian dari kelenjar adrenal yang dapat mempengaruhi semua sistem tubuh dan kesehatan. Selain itu, hormon ini juga bisa membantu mengurangi berat badan, menguatkan otot, membuat kulit lebih putih, menjadi lebih energik dan berdampak positif terhadap gairah seks.

            DHEA dan kortisol memiliki efek yang berlawanan. Ketika tubuh melepaskan kortisol, maka kadar DHEA akan menurun, sehingga dapat memicu depresi dan stres. Depresi yang dialami seseorang dapat mempengaruhi berat badan, bahkan dapat menghalangi penurunan berat badan. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa membantunya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak asam lemak omega-3 dan suplemen DHEA.

 

Estrogen

             Estrogen adalah hormon yang sangat dominan. Tapi, jika terjadi lebih banyak daripada hormon lainnya, hal itu dapat menyebabkan obesitas, akumulasi lemak di bagian tengah tubuh, siklus menstruasi yang tidak teratur, payudara fibrokistik dan ovarium, sakit kepala atau pada kasus yang parah, kanker payudara.

 

             Lebih jauh lagi, jika Anda memiliki lemak perut, hal itu bisa meningkatkan kadar estrogen. Jadi, wanita dengan kadar estrogen tinggi akan memiliki PMS dan sulit menurunkan berat badan. Untuk menjaga keseimbangan estrogen, Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan, produk dari kedelai (tempe, tahu, susu kedelai), minyak kacang, gandum, beri-berian, ubi jalar dan buah delima.

 

Baca juga: Turunkan Berat Badan Tanpa Mengurangi Porsi Makan 

Diet Rendah Lemak Atau Diet Rendah Karbohidrat Yang Lebih Maksimal Menurunkan Berat Badan??