Deteksi Penyakit Berat Melalui Napas
10 April 2018
Hidup Seimbangku
Share

Deteksi Penyakit Berat Melalui Napas

            Napas merupakan proses menghisap udara melalui hidung maupun mulut, kemudian masuk ke dalam paru-paru untuk mengambil oksigen dari udara yang bermanfaat bagi tubuh, lalu dikeluarkan kembali melalui hidung atau mulut.

            Tidak hanya itu, dari napas juga kita bisa mengetahui kondisi tubuh, apakah sedang dalam keadaan fit ataupun tidak. Kini, terdapat teknologi uji napas yang dapat mendeteksi kanker, terutama kanker mulut, pada tahap awal.

            Menurut para peneliti dari Mayo Clinic di Amerika Serikat, bau yang tidak sedap saat napas bisa ditimbulkan dari faktor yang bervariasi, seperti makanan yang dikonsumsi, merokok, tidak membersihkan gigi secara benar dan teratur, mulut kering, infeksi gigi, lendir yang mengeras pada amandel, asam lambung kronis, hingga tanda beberapa jenis kanker dan penyakit metabolik yang menimbulkan bau napas khas.

            Beberapa jenis kanker dan penyakit berat lain yang bisa dideteksi melalui napas, yakni:

Kanker perut

            Untuk mendeteksi kanker perut, napas akan melalui tes pernapasan yang disebut analisis nanoarray yang akan mengidentifikasi kadar senyawa tertentu. Peneliti dari Israel mendapatkan hasil sampel napas dari 484 orang yang sudah berpuasa selama 12 jam dan tidak merokok setidaknya selama 3 jam sebelum tes. Sembilan puluh sembilan orang peserta didiagnosa terkena kanker perut, namun belum memulai pengobatan.

 

Kanker paru-paru

            Para peneliti dari Universitas Latvia yang terletak di Eropa utara, memeriksa sampel nafas dari 475 orang peserta, dengan 252 orang peserta merupakan pengidap kanker paru-paru, 223 orang pasien dengan kondisi sehat, 265 orang peserta merupakan perokok dan 210 orang peserta lainnya bukan perokok.

          Mereka menemukan bahwa di antara peserta bukan perokok, 128 orang diantaranya teridentifikasi terkena kanker paru-paru. Sedangkan, bagi para peserta perokok teridentifikasi 114 orang terkena kanker paru-paru.

 

Gagal jantung

            Peneliti dari Cleveland Clinic, Amerika Serikat melakukan tes napas sederhana pada 41 orang yang dicurigai menderita gagal jantung. Hasilnya, 25 orang berhasil teridentifikasi gagal jantung akut, dan 16 orang lainnya memiliki masalah kardiovaskular lainnya.

 

Komplikasi diabetes

            Beberapa orang penderita diabetes akan lebih rentan terhadap penyakit gusi dan mulut kering yang dapat menimbulkan napas yang mirip dengan aseton. Selain itu, napas tersebut juga dapat mengidentifikasikan komplikasi serius pada penderita diabetes, yang disebut ketoasidosis.

 

Gagal ginjal

            Bau napas yang amis dapat mengindikasikan gagal ginjal. Ginjal memiliki fungsi untuk mengeluarkan bahan kimia beracun dari darah melalui urin, namun jika ginjal rusak bisa membuat racun yang terdapat di dalam tubuh tidak keluar dan terus terakumulasi, sehingga akan berpengaruh juga terhadap bau napas yang juga bisa menjadi penyebab masalah pernapasan.

 

             Jadi, mulai sekarang jangan sepelekan napas, ya. Jika napas Anda mengeluarkan bau yang tidak sedap terus-menerus sebaiknya segera periksakan ke dokter, untuk menghindari penyakit berat yang tentunya tidak diinginkan.

 

Baca juga: Seseorang Bisa Saja Meninggal Karena Flu 

Penyebab bau mulut di pagi hari?

Tags kesehatan