Tomat dan Berat Badan
20 February 2019
Hidup Seimbangku
Share

Tomat dan Berat Badan

INI PENGARUH TOMAT TERHADAP BERAT BADAN KETIKA KAMU MENGONSUMSINYA

 

Tomat menjadi salah satu sumber terkaya vitamin C dan beta karoten, yang mendukung kesehatan jantung. Selain itu, tomat juga banyak mengandung likopen, yang telah diketahui dapat mengurangi risiko kolesterol tinggi, melindungi mata dan kulit, serta meningkatkan kekebalan dan kesehatan jantung.

Vitamin K, B1, B2, B3, B5 dan B6, serta mineral, seperti kalium, mangan dan zat besi juga terkandung dalam tomat. Kandungan potassium yang tinggi dalam tomat, yakni sebesar 267 mg dalam 100 gram, membuatnya ideal untuk dikonsumsi pasien tekanan darah tinggi. Salah satu manfaat paling signifikan saat mengonsumsi tomat, yakni kemampuannya untuk membakar lemak.

Tomat relatif rendah kalori dan karbohidrat, namun padat akan nilai gizi dan tinggi dengan kandungan air, sehingga dapat membantu membakar sejumlah kalori dalam tubuh, yang berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Selain itu, ada beberapa alasan lain, mengapa tomat dapat membantu penurunan berat badan, adalah sebagai berikut:

 

1. Rendah kalori. Dalam 100 gram tomat, hanya mengandung sekitar 18 kalori.

2. Menaikkan metabolisme tubuh. Tomat kaya akan antioksidan, seperti likopen. Menurut para ahli, likopen dapat meningkatkan metabolisme secara alami.

3. Kaya serat, sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama, menahan keinginan untuk terus makan, mencegah sembelit dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Pencernaan yang buruk sangat erat kaitannya dengan penambahan berat badan. Jika kamu tidak memiliki sistem pencernaan yang baik, kemampuan penyerapan nutrisi akan terhambat. Hal ini juga dapat memperlambat metabolisme tubuhmu.

4. Membakar lemak. Tomat mendorong produksi asam amino, yang disebut Carnitine. Asam amino ini merupakan molekul organik yang berperan penting dalam mengatur asam lemak dan metabolisme energi. Asam amino ini juga dapat meningkatkan kemampuan membakar lemak tubuh.