DIKIRA ALERGI, TERNYATA INI YANG SEBENARNYA TERJADI
02 January 2020
Hidup Seimbangku
Share

DIKIRA ALERGI, TERNYATA INI YANG SEBENARNYA TERJADI

            Banyak orang yang menyatakan bahwa dirinya mengalami alergi terhadap suatu makanan. Padahal sebenarnya yang ia alami belum tentu alergi. Menurut penelitian baru yang menemukan bahwa hanya 1 dari 10 orang di Amerika Serikat yang mengalami alergi terhadap makanan tertentu, selebihnya hanya keliru pada kepercayaan dirinya yang alergi terhadap makanan.

            Para peneliti mensurvei lebih dari 40.000 orang dewasa, dan hanya menemukan sekitar 10 persen orang yang alergi terhadap makanan. Sementara 19 persen di antaranya melaporkan bahwa mereka mengalami alergi makanan tertentu, meski tidak mengalami reaksi fisik yang biasa dialami orang yang alergi.

            Reaksi alergi sebenarnya adalah respons sistem kekebalan tubuh terhadap pemicu yang dianggap sebagai ancaman. Makanan yang biasanya menimbulkan alergi, yakni kacang-kacangan, kerang, gandum, telur, ikan atau susu.

            Gejala alergi makanan beragam, seperti gatal dan bengkak di area tertentu, hingga sakit perut atau mual. Dalam kasus yang ekstrem, alergi makanan dapat menyebabkan anafilaksis, keadaan syok pada tubuh yang disertai dengan tekanan darah rendah dan menyempitnya saluran udara, yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat.

            Orang-orang yang mendiagnosis diri mereka sendiri mengalami alergi pada makanan tertentu tanpa berkonsultasi dengan profesional medis, bisa saja salah mengartikan gejala yang sedang ia alami.

            Jadi, jika kamu mengalami gejala seperti alergi, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan kalau kamu mengalami alergi. Segeralah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mengetahui lebih lengkapnya, apakah yang kamu alami tersebut alergi atau bukan. Agar ke depannya kamu tidak salah untuk menindaklanjutinya, jika reaksi tersebut terulang kembali.

Tags