DIET MASA KINI PARA SELEBRITIS YANG TIDAK DIANJURKAN UNTUK ANDA IKUTI
27 July 2018
Hidup Seimbangku
Share

DIET MASA KINI PARA SELEBRITIS YANG TIDAK DIANJURKAN UNTUK ANDA IKUTI

            Diet penurunan berat badan yang sedang banyak digandrungi saat ini, yakni Diet Keto. Diet keto berasal dari singkatan ‘ketogenik’, yakni diet yang membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak lemak, protein dan sangat sedikit karbohidrat, bahkan sedikit buah dan sayur.

            Para ahli gizi dan ahli diet mengatakan, diet jenis ini tidaklah tepat. Diet rendah karbohidrat seperti keto memang tampak dapat menyebabkan penurunan berat badan dalam jangka pendek, tetapi diet ini tidak jauh lebih efektif daripada jenis diet lainnya.

            Diet keto dapat berkontribusi menghilangkan massa tubuh menjadi tanpa lemak yang signifikan. Seseorang yang menjalankan diet ini biasanya akan segera mendapatkan kembali berat badan mereka, setelah tidak mengikuti program diet ini.

            Awalnya, diet keto dirancang bukan untuk menurunkan berat badan, tetapi untuk terapi epilepsi. Pada tahun 1920-an, dokter menyadari bahwa menjaga pasien mereka pada diet rendah karbohidrat memaksa tubuh mereka untuk menggunakan lemak sebagai sumber utama bahan bakar, bukan glukosa biasa. Ketika hanya lemak yang tersedia bagi tubuh untuk dibakar, tubuh mengubah lemak menjadi asam lemak, dan kemudian menjadi senyawa yang disebut keton, yang dapat diambil dan digunakan untuk mengisi sel-sel tubuh.

            “Diet keto memaksa tubuh menjadi sebuah keadaan yang disebut ketosis, yang berarti bahwa sel-sel tubuh sangat bergantung pada keton untuk energi. Tidak sepenuhnya jelas mengapa itu menyebabkan penurunan berat badan”, kata Jo Ann Carson, seorang profesor nutrisi klinis di University of Texas Southwest Medical Center dan ketua Komite Nutrisi American Heart Association (AHA), tetapi ketosis tampaknya dapat menahan nafsu makan, serta dapat mempengaruhi hormon seperti insulin yang mengatur rasa lapar.

            Diet ketogenik juga cenderung menyebabkan lebih banyak kalsium yang hilang melalui urin, sehingga dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.

            Jika Anda tetap ingin mengikuti program penurunan berat badan, Nutrisi American Heart Association (AHA) menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Selain itu, AHA juga merekomendasikan untuk berolahraga, setidaknya olahraga ringan selama 150 menit seminggu untuk menjaga kesehatan jantung.

 

Baca juga: Rahasia Diet dan Olahraga Rutin Selena Gomez 

Rahasia Diet Kajol, Rutin Konsumsi Almond Untuk Menurunkan Berat Badan