BERBEDA DENGAN JENIS KEJU LAIN, KEJU PARMESAN BUKAN KEJU UNTUK VEGETARIAN
25 November 2019
Hidup Seimbangku
Share

BERBEDA DENGAN JENIS KEJU LAIN, KEJU PARMESAN BUKAN KEJU UNTUK VEGETARIAN

            Tidak semua jenis vegetarian hanya mengonsumsi buah dan sayur. Lacto-Ovo vegetarian misalnya, masih bisa mengonsumsi olahan dari telur dan susu, seperti keju. Tapi, bagi kamu yang memilih sebagai Lacto-Ovo vegetarian, kamu tidak bisa mengonsumsi keju parmesan.

            Keju tua asal Italia yang memiliki aroma dan rasa gurih ini dibuat dengan teknik khusus yang melibatkan pembunuhan sapi muda. Proses koagulasi atau fermentasi susu menjadi keju parmesan memerlukan enzim chymosin yang berasal dari Rennet, bagian perut sapi muda.

            Seekor sapi muda dibunuh, kemudian diambil bagian perutnya dan dibelah, dikeringkan, dipotong persegi, lalu ditambahkan sebagai campuran dalam adonan keju.

            Enzim alami yang ada terdapat di dalam Rennet inilah yang jadi salah satu bahan utama dalam proses pembuatan keju parmesan. Keju parmesan bisa dicap ‘asli’ jika diolah dari campuran susu sapi, garam dan rennet.

            Tidak hanya keju parmesan, beberapa keju Italia lainnya yang menambahkan Rennet, seperti Grana Padano, Gorgonzola, Gruyere, Manchego, Emmenthal, Pecorino Romano, Mimolette, Camembert, Boucheron dan Vacherin.

            Sebenarnya bukan hanya berasal dari perut sapi muda, Rennet juga bisa berasal dari jamur atau bakteri/mikroorganisme yang dimodifikasi secara genetik. Hanya saja keju parmesan ‘asli’ tetap menggunakan Rennet yang berasal dari perut sapi muda.

            Keju parmesan sendiri mengandung pH antara 5,1 -5,4, yang berarti asam. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi terlalu banyak bisa mempengaruhi keseimbangan tubuh. Supaya pH tubuhmu terjaga keseimbangannya, jangan lupa untuk minum TOTAL 8+, ya. Kamu tetap bisa mengonsumsi makanan kesukaan, pH tubuh tetap terjaga keseimbangannya.

Tags