Alasan Jangan 'Balas Dendam' Saat Berbuka Puasa
04 June 2015
Hidup Seimbangku
Share

Alasan Jangan 'Balas Dendam' Saat Berbuka Puasa

Setelah perut kosong seharian, waktu berbuka puasa menjadi satu hal yang ditunggu-tunggu demi bisa menuntaskan hasrat lapar yang menggebu-gebu. Akibatnya, makan tidak terkontrol dan tidak memikirkan kondisi tubuh. Padahal, setelah seharian perut dalam keadaan kosong, saat berbuka puasa perut perlu beradaptasi dulu dengan makanan yang ringan sebelum melanjutkan untuk makan makanan yang berat. Oleh karena itu, anjuran untuk minum air putih dan makan buah kurma saat berbuka puasa menjadi hal yang paling tepat dilakukan untuk mencegah adanya gangguan pencernaan yang disebabkan karena kamu makan dengan ‘balas dendam’ saat  berbuka puasa.

Tak perlu balas dendam, sebenarnya kamu dapat makan dengan tepat dan kenyang jika makanan yang kamu makan sudah memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh selama seharian tak makan apapun. Jadi, makanan yang kamu makan tak hanya mengenyangkan, juga baik untuk tubuhmu. Terlalu kenyang juga tak baik untuk melanjutkan aktivitasmu di malam hari, seperti ibadah sholat wajib dan tarawih. Jika saat berbuka puasa kamu langsung melahap banyak makanan karena balas dendam, tubuhmu akan lemas karena kekenyangan dan jadi malas untuk bergerak. Sholat maghrib yang batas waktunya tak panjang bisa jadi terlewat Karena kamu terlalu banyak mementingkan makanan. Akibat lainnya adalah, kamu pun bisa juga melewatkan sholat tarawih dan isya di waktu berikutnya. Bukankah ini semua jadi hanya merugikanmu?

Setelah perut kekenyangan dan melewati banyak waktu ibadah, tubuhmu cenderung akan malas bergerak dan lebih cepat mengantuk. Lemak yang tertimbun dalam tubuh dari berbagai makanan yang kamu makan saat berbuka puasa pastinya akan berdampak pada kegemukan, apalagi jika setelah makan kamu langsung tidur. Adanya pelonjakan kadar gula darah di tubuh menyebabkan tubuh memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang besar. Inilah yang membuat tubuh jadi lebih banyak menyimpan lemak daripada bahan bakar untuk tenaga.

Balas dendam makan saat berbuka puasa bisa menyebabkan gangguan pencernaan karena perut mengeluarkan enzim secara berlebihan. Akibatnya, seluruh makanan yang masuk tidak dicerna dengan baik oleh perut, lalu perut akan terasa kembung dan sakit, atau bahkan bisa juga terkena diare atau sembelit. Jika sudah seperti itu, kelancaran berpuasamu akan terganggu. Bijak dalam memilih menu makanan untuk sahur dan buka puasa akan menyelamatkanmu dari berbagai penyakit yang bisa kamu temui di sepanjang bulan puasa. Padahal seharusnya, puasa bukanlah menjadi alasan untuk tidak menjaga kesehatan tubuh meskipun pola makan kita terbatas dan berubah dari biasanya.

Sebaiknya, kurangi pula kebiasaan makan pedas saat buka puasa agar lambung tidak kaget. Terlalu banyak makan pedas saat berbuka puasa bisa menyakiti lambung, terjadi iritasi dan bahkan bisa mengalami maag. Boleh saja makan pedas, asal dengan takaran pedas yang sedang dan tidak terlalu banyak, juga tidak langsung dimakan saat berbuka puasa.

Banyak sekali hal buruk yang bisa terjadi pada tubuh kita jika kita tidak menjaganya dengan baik. Hal-hal seperti itu kadang tak pernah disadari dan menjadi kebiasaan buruk yang tak pernah lepas dari keseharian kita. Coba untuk lebih sayang dengan memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuhmu agar terhindar dari bahaya penyakit di kemudian hari.

Tags puasa ramadan