untuk Anda yang Ingin Mengencangkan Kulit, Ini Perbedaan Botox dan Filler
28 June 2018
Hidup Seimbangku
Share

untuk Anda yang Ingin Mengencangkan Kulit, Ini Perbedaan Botox dan Filler

            Banyak jenis perawatan wajah yang ditawarkan untuk menjaga kulit wajah tetap kencang. Beberapa di antaranya seperti botox dan filler. Alasan keduanya lebih banyak dipilih, yakni memiliki waktu tahan yang lebih lama. Walaupun keduanya sama-sama digunakan untuk mengencangkan wajah dengan cara disuntikkan, tapi tetap saja memiliki perbedaan.

            Botox yang sudah ada di pasaran selama lebih dari 20 tahun tersebut dibuat dari bakteri. Botox digunakan untuk mengobati gangguan pada saraf yang menyebabkan kelemahan otot, sehingga membuat kulit kendur.

            Biasanya, botox digunakan untuk mengurangi kerutan yang terjadi secara alami di daerah sekitar mata, mulut dan alis. Botox tidak digunakan untuk mengurangi garis halus yang disebabkan oleh kerusakan kolagen.

            Untuk mengencangkan kulit, hanya perlu beberapa menit untuk menyuntikkan cairan botox. Namun, hasil baru akan terlihat dalam waktu dua minggu kemudian. Botox bisa bertahan sekitar tiga hingga empat bulan. Setelahnya, Anda perlu melakukan perawatan tambahan untuk mempertahankan hasil botox.

            Sedangkan, filler biasanya digunakan untuk menghilangkan garis senyum, walau terkadang juga digunakan untuk menambahkan volume pada bibir, dagu, hidung dan pipi. Terkadang filler juga digunakan pada area lain, seperti tangan untuk mengurangi munculnya bekas luka. Daerah pada tubuh yang sangat tidak disarankan untuk disuntikkan filler adalah payudara.

            Berbeda dengan botox, filler memiliki berbagai jenis kandungan yang bisa dipilih dan berpengaruh pada lama daya tahan filler di dalam tubuh. Kandungan filler seperti:

  1. Kalsium hidroksilapatite (Radiesse), larutan gel sementara yang bisa bertahan hingga delapan belas bulan.
  2. Kolagen, bahan sementara yang bisa bertahan hingga empat bulan.
  3. Asam hyaluronic, bahan sementara yang bisa bertahan antara enam hingga dua belas bulan.
  4. Poly-L-lactic acid (Sculptra, Sculptra Aesthetic), bahan buatan manusia yang bisa bertahan sekitar dua tahun.
  5. Butiran polimetilmetakrilat, satu-satunya jenis bahan pengisi permanen.

 

            Tidak hanya bermanfaat dalam menjaga bentuk kulit wajah agar tetap kencang, baik botox maupun filler juga memiliki efek samping. Efek samping botox, yakni memar di bagian yang disuntik, kelopak mata melemah dan bisa terjadi hingga beberapa minggu, mata kemerahan dan iritasi, serta sakit kepala.

            Sebelum suntik botox, Anda bisa menggunakan obat tetes mata terlebih dahulu, karena dapat membantu mengurangi kemungkinan beberapa efek samping. Anda juga harus berhenti mengonsumsi obat pengencer darah beberapa hari sebelumnya untuk mencegah memar.

            Wanita hamil dan menyusui, orang dengan otot wajah lemah, memiliki masalah pada kulit, serta orang dengan beberapa jenis penyakit tertentu tidak disarankan untuk botox.

            Dibandingkan dengan botox, filler memiliki lebih banyak kemungkinan efek samping, seperti reaksi alergi, memar, infeksi, gatal, mati rasa, kemerahan, jaringan parut hingga luka. Efek samping tersebut biasanya hilang dalam dua minggu. Dalam beberapa kasus, pembengkakan wajah dalam jangka panjang bisa saja terjadi. Filler tidak dianjurkan bagi seorang perokok.

 

Baca juga: Penyakit Yang Bisa Timbul Akibat Malas Mencuci Kuas Make Up 

Makanan Dan Minuman Yang Dapat Membuat Kulit Terlihat Lebih Muda Dan Bersinar?