Lebih Mudah Menjaga Berat Badan Di Usia 20-an
14 May 2018
Hidup Seimbangku
Share

Lebih Mudah Menjaga Berat Badan Di Usia 20-an

            Usia dua puluhan merupakan masa transisi. Pada masa ini seseorang mulai meninggalkan rumah, memulai karir bahkan hingga memulai sebuah keluarga. Begitu banyak perubahan yang terjadi pada usia ini.

            Pada usia dua puluhan, seseorang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, baik untuk bekerja maupun menempuh pendidikan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan akan pangan, seseorang pada usia dua puluhan akan lebih memilih makanan cepat saji, karena dianggap lebih praktis.

            Makanan cepat saji yang dikonsumsi setiap hari bisa menjadi penyebab naiknya berat badan. Bahkan, usaha penurunan berat badan yang dilakukan tidak akan berjalan maksimal jika masih mengonsumsi makanan cepat saji.

            Tidak perlu khawatir dengan berat badan tidak ideal untuk kamu yang berusia dua puluhan, karena pada usia ini kamu masih bisa memperbaiki pola makan dan pola hidup yang dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dengan mudah.

            Kamu mungkin pernah mencoba diet dengan mengurangi asupan kalori dengan cara yang ekstrim, hingga diet ketat. Hal ini merupakan cara yang salah. Sebaiknya ubah pola makan kamu dengan mengatur asupan nutrisi yang tepat dan kamu butuhkan, karena kebutuhan nutrisi tiap orang berbeda-beda. Namun, tetap pastikan buah dan sayur menjadi asupan utama harian kamu, yang disertai dengan asupan protein dan karbohidrat.

            Jangan lupa untuk tetap memasukkan lemak pada makanan kamu, namun pilihlah lemak tidak jenuh. Lemak tidak jenuh bisa kamu dapati di dalam alpukat, kacang almond, minyak zaitun dan salmon.

            Mulai pola makan sehat dari rumah. Tentukan sendiri makanan yang akan kamu masak, kemudian berbelanja sendiri ke pasar atau supermarket, pilih bahan makanan organik. Sesekali ikutilah seminar seputar pola hidup sehat dan makan sehat, atau bergabunglah dengan komunitas.

            Sesekali kamu tetap bisa makan di luar, tapi pastikan terlebih dahulu restoran atau tempat makan yang akan kamu kunjungi menyediakan makanan sehat, sehingga kamu tidak terjebak kembali dengan makanan cepat saji yang tidak sehat.

            Berhati-hatilah dengan produk di pasaran yang mengklaim makanan atau minuman sehat. Pastikan kamu membaca bahan-bahan pembuatannya pada kemasan. Jangan mudah terjebak dengan iklan dan kemasan yang menarik.

            Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014 dalam sebuah jurnal, Food Studies: An Interdisciplinary Journal, peneliti meminta 318 mahasiswa untuk menyatakan apakah mereka menganggap makanan tersebut sehat atau tidak berdasarkan gambar pada kemasan. Kemasan yang diberikan terdapat tulisan organik atau gandum utuh, padahal sebenarnya tidak. Benar saja, hasil yang didapatkan yakni para mahasiswa percaya bahwa makanan tersebut merupakan makanan sehat.

            Selain pola makan, seimbangi juga pola hidup sehat dengan berolahraga dan rutin minum TOTAL 8+ setiap hari, yang bermanfaat untuk menyeimbangkan pH tubuhmu yang asam, diakibatkan oleh terlalu banyaknya asupan makanan cepat saji. Perlu ingat, seberapa sering kamu berolahraga dalam seminggu lebih baik, dibandingkan dengan hanya berolahraga satu kali seminggu tapi dengan waktu olahraga yang lama.

            Untuk mendapatkan berat badan yang ideal dan bertahan lama kamu harus bersabar. Menurut sebuah studi pada tahun 2009, European Journal of Social Psychology, diperlukan waktu selama 66 hari untuk melakukan kebiasaan baru dan membuatnya bertahan lama.

 

Baca juga: Perempuan Cerdas Lebih Susah Dapat Pasangan, Benarkah? 

Kamu Bingung Bagaimana Cari Jodoh? Coba Langkah Ini