KULIT KEPALA GATAL MESKI SUDAH KERAMAS? WASPADA SMELLY HAIR SYNDROM
04 August 2017
Hidup Seimbangku
Share

KULIT KEPALA GATAL MESKI SUDAH KERAMAS? WASPADA SMELLY HAIR SYNDROM

Pada umumnya kulit kepala gatal disebabkan banyak hal, seperti ketombe, bakteri atau jamur. JIka Anda sudah mencoba berbagai cara namun kulit kepala tetap gatal, waspadalah terhadap Smelly Hair Syndrom (SHS). Gangguan ini sering disebut dengan sindrom rambut bau. Lalu, seperti apa itu SHS dan seperti apa penyebab dan cara pencegahannya? Berikut informasinya untuk Anda.

Apa itu SHS?

SHS merupakan gangguan kelenjar minyak yang menyebabkan produksi minyak berlebih pada kulit kepala sehingga terasa gatal dan bau meski sudah rutin mencuci rambut. Bau ini akan dengan mudah tercium tanpa perlu mendekati si pemilik rambut. Ada yang mengatakan bahwa baunya menyerupai kaus kaki, susu basi, hingga menyerupai bau popok basah. Menurut Glenn Lyon, direktur dari Klinik Phillip Kingsley Trichological, hal ini disebabkan oleh produksi minyak berlebih pada kelenjar sebaceous yang melekat di setiap folikel rambut dan menghasilkan minyak. Semakin banyak minyak yang dihasilkan akan menyebabkan kotoran lebih mudah menempel dan menyerap bau lebih banyak melalui lingkungan di sekitar kita seperti polusi udara, asap rokok, asap kendaraan, serta aktivitas lain yang mengeluarkan bau tidak sedap. Selain dipengaruhi lingkungan, gangguan ini juga bisa dipicu oleh masalah hormon.

Jika Anda stres, akan mengubah kadar hormon adrenal di tubuh, hal ini memicu hormon androgen meningkat (hormon yang mengatur minyak kepala) sehingga produksi minyak berlebih yang meningkatkan potensi rambut jadi bau," tambah Lyons.

Meski bau yang ditimbulkan menimbulkan banyak masalah, bau ini hanya muncul selama kurang lebih 12 jam seusai mandi. Dampak yang menjijikkan dari gangguan ini adalah bau dapat berpindah ke bantal, handuk, serta benda yang sering menempel di kepala si penderita.

Belum Ada Obatnya

Berdasarkan yang dikutip oleh Mayo Clinic, ilmu kedokteran belum menemukan pertolongan medis yang efektif untuk mengatasi masalah SHS ini. Kebanyakan pasien tidak menemukan solusi yang tepat untuk mengobati gangguan kelenjar minyak yang sangat mengganggu rutinitas dan kehidupan sosial mereka. Akibatnya, pasien akan mengatasi sendiri masalah ini dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan perawatan sederhana seperti masker rambut dengan bahan-bahan alami.

 

Oleh karena SHS belum ada obatnya, Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan Sulfur/Belerang

Belerang tidak hanya digunakan untuk mengatasi masalah jerawat, tetapi juga bau badan. Kandungan dari mineral alami ini juga efektif mengatasi gatal-gatal akibat keringat berlebih sehingga membantu mengatasi kulit kepala gatal akibat gangguan kelenjar minyak. Anda bisa memanfaatkan kandungan belerang ini melalui sabun cair yang mengandung belerang untuk membersihkan kulit kepala yang terasa gatal.

2. Kurangi Kafein, Perbanyak Air Putih

Makanan dan minuman memiliki kandungan yang dapat mempengaruhi kadar hormon. Kafein memiliki manfaat untuk mengurangi stres, tapi di sisi lain, kafein dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga membuat keringat berlebih pada kulit kepala dan menyebabkan rasa gatal. Selain kafein, alkohol, makanan pedas, dan makanan cepat saji juga membuat produksi hormon tidak stabil dan berdampak pada kulit kepala yang gatal akibat minyak berlebih. Oleh sebab itu, penting untuk mengonsumsi air putih atau air mineral sebanyak 8 gelas per harinya.

3. Hindari Stres

Masalah psikologis juga berdampak pada kesehatan kita, lho. Stres membuat kondisi emosional seseorang menjadi tidak stabil. Hal ini juga mempengaruhi produksi hormon dalam tubuh menjadi tidak stabil juga.