Cara Mandi yang Salah
27 March 2018
Hidup Seimbangku
Share

Cara Mandi yang Salah

            Mandi menjadi kegiatan rutin yang selalu dilakukan saat pagi hari dan sesaat sebelum tidur. Selain membersihkan debu dan kotoran yang menempel di tubuh, mandi juga menjadi aktifitas yang dapat menyegarkan tubuh setelah penat dengan segala kegiatan.

            Sebagian orang ada yang terbiasa mandi menggunakan air hangat, namun sebagian lainnya terbiasa mandi dengan air dingin. Bagi wanita, wewangian sabun mandi juga menjadi pertimbangan sebelum menggunakannnya.

            Namun, tahukah Anda ada beberapa cara mandi yang biasa kita lakukan ternyata salah? Untuk lebih jelasnya, simak uraiannya berikut ini:

 

Suhu air yang salah

            Suhu air yang terlalu panas akan membuat kulit menjadi kering, sedangkan suhu air yang terlalu dingin menyulitkan sabun bersih secara tuntas pada kulit Anda. Selain itu, suhu air yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat kandungan minyak alami pada kulit akan berkurang, sehingga dapat membuat kulit menjadi kering dan gatal. Suhu air yang ideal untuk mandi adalah 40 derajat Celcius.

 

Mandi terlalu lama

            Air mengandung sejumlah zat kimia. Noreen Khan-Mayberry, PhD, ahli toksikologi ruang dan lingkungan mengatakan bahwa semakin lama Anda mandi, semakin lama pula terpapar dengan kandungan zat kimia pada air yang dapat membuat kulit kering dan pecah-pecah, bahkan dapat memperparah beberapa penyakit kulit, seperti psoriasis atau eksim. Waktu mandi yang ideal yakni antara 10-15 menit.

 

Menggunakan bath pouf

            Bath pouf biasa digunakan jika mandi menggunakan sabun cair, tujuannya selain untuk menghasilkan busa sabun yang banyak, juga meminimalisir penggunaan sabun. Namun, bath pouf tidak cocok digunakan bagi Anda yang memiliki kulit kering dan sensitif, karena bisa jadi terlalu keras dan dapat menyakiti kulit Anda.

 

Tidak teratur mengganti handuk

            Handuk memiliki lingkungan yang lembap, sehingga menjadi tempat yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Untuk menghindari kontaminasi bakteri yang tidak baik bagi kulit, sebaiknya ganti handuk secara teratur, setidaknya 2x dalam sebulan.

 

Keramas setelah bersabun

            Seorang dokter asal Amerika Serikat, Dr. Day, menyarankan untuk keramas terlebih dahulu, mengaplikasikan kondisioner pada rambut, setelah itu baru bersabun. Saat membilas sabun juga sebaiknya berbarengan dengan membilas kondisioner pada rambut. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya jerawat dan iritasi pada kulit.

 

Baca juga: SUKA BINGUNG PILIH SABUN? INTIP TIPS MEMILIH SABUN SESUAI JENIS KULITMU

JANGAN ABAIKAN KEBERSIHAN HANDUK!